
Dimanakah engkau sang pujaan hati
Disebuah tempat diujung jalan yang penuh lubang menganga dan terpencil demi sebuah bakti
Ataukah kau bersembunyi dibalik selimut dalam kamarmu yang hangat berteman kebisuan dan tetes air mata yang jatuh dalam diam
Ataukah kau sedang berceloteh bersama teman-temanmu menyembunyikan kebimbangan dalam tawa semu
Ataukah kau sedang berjalan menuju kepada orang lain?
Dimanakah engkau pasangan tulang rusukku yang hilang
Aku mencarimu dalam setiap munajatku pada-NYA
Sedang apakah dirimu wahai kekasih hati
Sedang sibukkah dirimu berkutat dengan berkas-berkas berserakan dimeja
Atau sedang melihat keluar jendela mencari sosok yang kau rindukan
Ataukah kau sedang asyik berkelana dalam dunia maya
Atau sedang keluar kota melakukan perjalanan dinas
Berbagai rasa berkecamuk dalam hati
Akupun berserah diri pada-NYA
Apa yang kau pikirkan wahai belahan jiwa
Tentang kehidupan dimasa depan yang penuh aral melintang dan misteri
Ataukah tentang gaji yang belum juga keluar
Ataukah tentang sosialita yang tak bisa kau penuhi semua
Atau juga tentang rasa yang tersembunyi dalam hatimu
Berbagai tanya membuncah dalam pikiranku
akupun membiarkan diriku terhanyut dalam lantunan asa pada sang Pemilik cinta yang HAKIKI
Siapakah engkau sang pemilik bilik bilik hatiku?
Pencarian ini akan berujung,dan semua kupasrahkan pada-NYA
Cinta itu terlalu sederhana sehingga kita terlalu rumit untuk mengungkapkannya
Cinta itu begitu murni,hingga terkadang aku merasa kerdil dibuatnya
Cinta itu tulus,seperti kasih ibu kepada anaknya ,selalu memberi tanpa ada pamrih
Cinta itu Universal tidak ada batasan umur,warna kulit ataupun suku
CINTA...... ya,aku menunggu sang pemilik hati,yang mau mengakui dan memiliki diriku apa ada nya
inilah pencarianku :)
Selasa, 13 Juli 2010
TULISAN HATI
Diposting oleh La Beneamata Gemini di 12.24 0 komentar
Mimpiku Untukmu yang Memutuskan Berijabkabul Denganku

Entah malaikat mana yang meracuni otakku hingga memilihmu. Namun siapa pun malaikat itu, aku harap dia tidak sedang mabuk saat merasukiku. Kalaupun mabuk, ah, semoga saja dia mempunyai stok alkohol yang cukup untuk mabuk hingga habis jatah hidupku.
Bukannya aku merasa tidak pantas untukmu! Memang aku tidak termasuk kategori pria tampan, bahkan manis pun tidak, mungkin aku masam, atau asin, entahlah. Yang pasti aku percaya padamu. Dengan kamu mengatakan mau menghabiskan sisa umurmu bersamaku, aku yakin kamu bersedia menerima kekuranganku.aku telah menempuh beragam prosesi untuk meyakinkan hatimu kan? ya minimal aku bersemedi hehehe.
Kamu, tahukah kamu bahwa aku selalu mengkhayalkan diri menjadi suami yang selalu ada untuk istri? Aku tahu ini kedengaran tolol, tapi percayalah kali ini aku serius. Aku akan bergelut dengan keringat dan dan rasa letih bekerja tiap hari untuk menafkahkan dirimu , aku tidak akan rela membiarkanmu menunggu ku pulang kerja sampai engkau tertidur di sofa,aku akan selalu berusah pulang cepat agar tidak buat mu merasa cemas menungguku pulang . Aku juga akan belajar melawak! Aku sadar diri, menghabiskan puluhan tahun denganku akan sangat membosankan. Aku tidak ingin kamu mati bosan. Ok, ok, aku mengaku, alasan sebenarnya adalah aku tidak ingin melewatkan satu hari pun tanpa mendengarmu tertawa. Atau minimal tersenyum.
Kamu, aku mau ketika ijab kabul terucap, sudah tidak ada kata cinta diantara kita. Aku mau kamu berkomitmen dengan pilihanmu memilihku. Setia tanpa embel – embel kata cinta. Aku tidak mentoleransi kehadiran pria manapun. Sama halnya, aku tidak akan mentorelansi kehadiran wanita manapun dalam hidupku.
Hanya akan ada aku dan kamu, tidak ada kata dia, apalagi mereka.
Untuk kamu, yang memutuskan untuk berijab kabul denganku.
(ini adalah harapan, angan-angan, cita-cita ku terhadap dirimu)
Diposting oleh La Beneamata Gemini di 11.17 0 komentar
